Latest Releases

Rabu, 11 November 2015

Cerita islami

Ni cerita keren...ttg syi'ah. Smg mjd inspirasi bagi qt utk mengcounter pemahaman syiah...

Kisah nyata wanita yang bernama Aisyah ini terjadi di kota Medan, sebelum Aisyah pergi ke masjid untuk mengisi kajian ibu-ibu dekat rumah, dia menyempatkan untuk mampir dulu ke rumah sepupu karena ingin mengambil kitab Fiqih Sunnah yang beberapa hari lalu dipinjamkan kepada sepupunya karena Aisyah akan membawanya ke pengajian.

Ternyata di rumah sepupunya sedang ada tamu yang penampilannya sangat islami, Kemudian Aisyah bertanya kepada sepupunya.

Siapa mereka?

Sepupunya menjawab: Mereka itu temanku sewaktu SMA. Kemudian Aisyah memuji penampilan mereka yang sangat Islami, dia berkata: "nah begitu dong kamu seharusnya, pakai pakaian yang tertutup (jilbab besar)".

Sepupunya menimpali: "Tapi pemahaman mereka beda dengan pemahamanmu yang kau ajarkan padaku Aisyah."

Aisyah pun bertanya: "Memang bagaimana perbedaannya?"

Sepupunya menjawab: "Lebih baik kau bicara sendiri dengan mereka."

Aisyah menjawab: "Tapi aku sedang ada pengajian."

Sepupunya berkata: "Sebentar saja, setidaknya kau bisa mengetahui perbedaan pemahamanmu dengan mereka."

Baiklah kata Aisyah.

Kemudian Aisyah ikut duduk di ruang tamu dengan mereka dan mengucapkan salam.

Setelah ngobrol beberapa waktu, Aisyah sudah bisa memastikan bahwa mereka ini adalah wanita-wanita Syiah.

Lalu Aisyah beranikan diri untuk bertanya: Kalian penganut syiah?
Si tamu pun menjawab: Benar.

Aisyah berkata: Subhanallah, sungguh indah penampilan wanita-wanita Syiah..

Si tamu pun tertawa ringan dan berkata: Terima kasih tapi memang beginilah kami di ajarkan dan kami kemari pun dengan tujuan mengajak teman kami ini (sepupu Aisyah) untuk ikut dalam pengajian kami. Jika mbak Aisyah ingin ikut juga, mari sama-sama.

Aisyah menjawab: Aisyah tertarik sekali ukht, tapi Aisyah sekarang sedang ada keperluan. Bagaimana kalau nanti malam kalian sempatkan datang ke rumah Aisyah untuk mendakwahi Aisyah dan keluarga Aisyah tentang ajaran yang kalian anut, apa kalian punya waktu?

Si tamu pun berkata: Tentu, tentu kami akan datang.

Aisyah mengatakan: Alhamdulillah, nanti Husna (sepupunya) akan menemani kalian, rumah Aisyah dekat dari sini kok.

Kemudian Aisyah pamit, sepupunya mengantarkan ke depan pagar dan bertanya: Aku gak ngerti aisyah, untuk apa kami ke rumahmu?

Aisyah menjawab: Nanti kau akan tau Husna

Sepupunya membalas: Duh syah, jangan gitu, bilang aja..

Aisyah: Mereka sedang berniat untuk mensyiahkanmu Husna, sementara sudah pernah kukatakan bahwa Syiah itu jauh dari Islam.

Maka nanti malam in sya Allah kita yang akan mengembalikan pemahaman mereka ke pemahaman yang benar, in sya Allah.

Setelah selesai shalat Isya' beberapa menit kemudian datanglah mereka ke rumah Aisyah. Tapi Aisyah melihat mereka bersama seorang lelaki dan penampilannya juga luar biasa islaminya, berjubah putih dan imamah hitam.

Aisyah senyum saja dan sudah tau bahwa ini lah orang yang akan mereka andalkan dalam mendakwahi Aisyah sekeluarga.

Wanita-wanita itu memberi salam dan Aisyah menjawab salam mereka dengan senyum tapi Aisyah tidak langsung mempersilahkan mereka masuk rumah.

Aisyah berkata: afwan ukht, tunggu dulu, sebelum masuk rumah, Aisyah harus minta izin dulu pada mahram Aisyah, sebab kalian membawa seorang lelaki.

Mereka mengangguk saja dan tersenyum manis.

Aisyah bertanya pada abangnya: Bang, apakah laki-laki ini boleh masuk?

Abang Aisyah menjawab: Boleh.. biar abang yang menemani kalian. Kemudian masuklah mereka semua, dan memperkenalkan laki-laki yang ada bersama mereka, ternyata benar bahwa laki-laki itu yang membimbing mereka dan yang mengisi dakwah di pengajian mereka.

Singkat cerita, setelah basa-basi selama 3-4 menit maka dakwah mereka pun di mulai.

Salah seorang tamu tadi bertanya: Mbak Aisyah nama lengkapnya siapa?

Aisyah menjawab: Aisyah bintu Umar al Muhsin bin Abdul Rahman Salsabila, kenapa ya ukhty?

Si tamu: Wow panjang juga ya hehe.. oh enggak hanya kami ingin memanggil mbak dengan nama yang lain, bagaimana jika kami panggil dengan Salsa saja?

Aisyah sudah menyadari bahwa mereka tidak akan suka dengan nama Aisyah, sebab serupa dengan nama istri Rasulullah, dan mereka sangat benci kepada ummul mukminin Aisyah.. na'udzu billah min dzalik

Aisyah pun tersemnyum dan berkata: Boleh juga, tapi boleh tau alasannya apa ya ukht?

Si tamu: Kami tidak menyukai nama itu sebab .......... (dia cerita cukup panjang dan intinya menjelek-njelekkan ummul mukminin Aisyah).

Tiba-tiba si laki-laki (ustadz Syiah) yang mereka ajak itu angkat suara.

Ustadz Syiah itu berkata: Aisyah itu adalah pendusta dan pezina, semoga Allah membakarnya di neraka.

Mendengar ucapan orang bodoh ini mata Aisyah spontan tertutup dan hati aisyah terasa bergetar.. kemudian Aisyah menundukkan kepala dan mengucap istighfar, dan memohon pada Allah agar dikuatkan mendengar fitnah keji dari mulut-mulut yang masih jahil, kemudian setelah tenang, Aisyah angkat kepala dan senyum pada mereka dan membuat situasi seolah-olah Aisyah tidak tau tentang hal itu.

Aisyah berkata: Masya Allah, benarkah begitu ustadz?

Ustadz Syiah menjawab: Benar, dialah penyebab wafatnya rasulullah, dia yang meracuni rasulullah hingga wafat.. semoga laknat selalu menyertainya.

Air mata aisyah menetes mendengar ucapan orang ini, dalam hatinya bagai tersayat-sayat.. seorang ibu dihina di depan anak-anaknya, rasanya ingin melemparkan gelas ini ke wajahnya. Aisyah pun melihat abangnya sudah mengenggam kedua tangannya dan menahan amarah. Namun sebelumnya Aisyah sudah mengiingatkan kepada abangnya bahwa diskusi ini tentu akan membuat hati panas.

Aisyah pun menimpali: Astaghfirullah, sehebat itukah fitnahnya?

Si tamu wanita menjawab: Kok fitnah mbak? itu nyatanya, nih kami bawa kitab tafsir Al Ayyasyi (kitab Syiah) didalamnya terdapat bukti, bahkan Abdullah bin Abbas mengatakan Aisyah adalah seorang pelacur, ini ada kitabnya.

Dia keluarkan kitab tapi Aisyah lupa nama kitabnya, ma'rifat rijal kalau Aisyah tidak salah ingat. DanAisyah melihat memang isinya benar seperti yang mereka ucapkan.

Singkat cerita, mereka terus menghina Aisyah dan para sahabat, sampai telinga ini seperti sudah bengkak.

Akhirnya Aisyah tidak tahan dan berkata pada mereka: Sebentar ustadz, Aisyah mau ambil kitab Syiah punya Aisyah, ada yang ingin Aisyah tanyakan mengenai isinya.

Ustadz Syiah menjawab: Silahkan.
Aisyah sudah siapkan satu soal yang akan menunjukkan jati diri mereka, apakah mereka orang yang cerdas atau cuma bisa ngomong besar.

Dan pertanyaan ini juga pernah ditanyakan oleh syaikh Adnan kepada seorang syaikh Syiah, tapi syaikh Syiah malah bingung menjawabnya.

Aisyah berkata sambil menyodorkan kitabnya: Nih dia kitabnya.
Ustadz Syiah: Oh saya juga punya itu, Al Ghaibah, kebetulan saya bawa hehe.

Aisyah berkata: Oh iya, kebetulan..
Si tamu wanita berkata: Hehe, Allah memudahkan urusan kita hari ini.

Aisyah tersenyum ringan melihat tingkah laku mereka.

Aisyah berkata: Begini ustadz, di dalam kitab ini disebutkan tentang beberapa wasiat rasul kepada imam ali, benarkah ini ustadz?

Ustadz Syiah: Halaman berapa?

Aisyah: 150 no 111

Ustadz Syiah: Sebentar saya lihat. Ya, benar, lalu apa yang ingin ditanyakan dari wasiat yg mulia ini?

Aisyah: Masih berlakukah wasiat ini ustadz?

Ustazd Syiah: Tentu, sampai hari kiamat.

Aisyah: Di dalam kitab ini rasul berwasiat
"Yaa 'Aliy anta washiyyi 'ala ahli baiti hayyihim wa mayyitihim wa 'ala nisa-i. fa man tsabbattuha laqiyatniy ghadan, wa man tholaqtuha fa ana bari’un minha".

Ustadz Syiah hanya bergumam

Aisyah: Benarkah ini ustadz?

Ustadz Syiah: Bagaimana kamu mengartikan kalimat wasiat itu.

Aisyah: Isi wasiat ini adalah
"wahai 'Ali engkau adalah washiy ahlul baitku (penjaga ahlul baitku) baik mereka yang masih hidup maupun yg sudah wafat, dan juga ISTRI-ISTRIKU. Siapa diantara mereka yang aku pertahankan, maka dia akan berjumpa denganku kelak. Dan barang siapa yang aku ceraikan, maka aku berlepas diri darinya, ia tidak akan melihatku dan aku tidak akan melihatnya di padang mahsyar."
Benarkah ini ustadz?

Ustadz Syiah: Benar ini wasiatnya.

Aisyah: Yang ingin saya tanyakan, apakah Aisyah istri Rasulullah itu pernah dicerai oleh Rasulullah?

Ustadz Syiah begumam dan berkata: Tidak..

Aisyah: Apakah Aisyah di pertahankan Rasulullah sampai Rasulullah wafat?

Ustadz Syiah: Ya benar.

Aisyah: Lalu kenapa tadi ustadz bilang Aisyah itu masuk neraka sedangkan dalam wasiat ini Aisyah tergolong orang yang masuk surga??

Ustadz Syiah: Bukan seperti itu maksud dari wasiat ini mbak Salsa.
Aisyah tersenyum melihat tingkah si ustadz dan Aisyah melirik kedua wanita syiah tadi yang mulai hilang senyumannya.

Aisyah: Entahlah ustadz tapi inilah isi dari kitab Syiah dan ini adalah wasiat dari Rasulullah, berarti wasiat ini tidak lagi dianggap oleh orang Syiah sendiri ya ustadz?

Ustadz Syiah: Oooh tidak begitu tapi,, tapi bukan begitu cara menafsirkannya.

Dan akhirnya dia menjelaskan tentang penafsirannya tapi sedikitpun tidak masuk akal bahkan kedua wanita syiah itu sendiri pun terlihat bingung mendengar penjelasan si Ustadz Syiah.

Abang Aisyah pun berkata: Ustadz, saya tidak faham dengan penjelasan antum, mohon diulangi ustadz.

Ustadz Syiah tersebut mulai gelisah.

Ustadz Syiah: Begini, intinya hadits wasiat ini dinilai oleh ahli ilmu hadits Syiah dan tentunya berdasarkan ilmu hadits Syiah adalah lemah sekali bahkan sampai derajat palsu.

Aisyah berkata dalam hati: Wah ini ustadz mulai aneh. tadi katanya wasiat ini masih berlaku sampai hari kiamat, sekarang menyatakannya sebagai hadits palsu.

Aisyah diam beberapa saat memikirkan bagaimana cara membuat orang ini terdiam dan malu karena pendapatnya sendiri.

Aisyah: Sudah-sudah, cukup, mungkin ini terlalu rumit pertanyaannya, nih ada pertanyaan lagi ustadz.

Seperti yang pernah saya dengar bahwa Syiah menganggap bahwa Ali lah yg seharusnya menjadi khalifah setelah wafatnya Rasulullah, apakah benar?

Ustadz Syiah: Ya benar sekali, tapi Abu Bakar rakus akan kekuasaan sampai-sampai dia berbuat kezaliman dan makar yang besar, diikuti pula oleh Umar dan Utsman.

Aisyah: Apakah ada dalil yang menunjukkan Ali sebagai orang yang dipilih Rasul menjadi khalifah sesudah wafatnya beliau?

Ustadz Syiah: Tentu ada, hadits Ghadir Khum , ketika Nabi sedang menunaikan haji wada' disertai beberapa orang sahabat besar, Nabi berkata kepada Buraidah: "Hai Buraidah barangsiapa menganggap aku sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali sebagai pemimpin..”

Aisyah: Ustadz, kalau saya tidak mengamalkan dan sengaja menolak apa yang diperintahkan Nabi, kira-kira apa hukuman buat saya ustadz?

Ustadz Syiah: Mbak Salsabila bisa dihukumi kafir karena mendustakan Nabi.

Aisyah: Astaghfirullah, berarti imam Ali pun telah kafir dalam hal ini ustadz, sebab dia tidak mengindahkan perintah Nabi, jika memang ini dalil yang menunjukkan Ali sebagai khalifah, bahkan imam Ali membai'at Abu Bakar, maka Abu Bakar pun di hukumi kafir, begitu juga Umar, dan semua sahabat yang menyaksikan ketika itu semuanya kafir, sebab yang menjadi pesan Rasul adalah man kuntu maulahu fa 'Aliyyun maulahu, siapa menganggap aku sebagai pemimpinnya, maka terimalah Ali sebagai pemimpin.
Benarkah begitu ustadz? Atau haditsnya palsu juga?

Ustadz Syiah: Hmmmm.. Haditsnya shahih.. tapi bukan begitu juga maksudnya.

Aisyah: Tapi tunggu ustadz, sebelum ustadz jelaskan maksudnya saya pengen tanya lagi biar kelar. Apakah setelah imam Ali yang akan menjadi khalifah adalah anaknya Al Hasan?

Ustadz Syiah: Ya benar sekali, tidak bisa dipungkiri.

Aisyah: Ada dalilnya? Shahih apa tidak?

Ustadz Syiah: Ada, shahih jiddan (sekali).

Aisyah: Bagaimana bunyinya?

Ustadz Syiah: Wahai Ali engkau adalah khalifahku untuk umatku sepeninggalku, maka jika telah dekat kewafatanmu maka serahkanlah kepada anakku Al Hasan,,
hadits ini cukup panjang menjelaskan tentang 12 imam.

Aisyah: Ustadz coba lihat kembali kitab Al Ghaibah yang berisi tentang wasiat Rasul tadi. Tidakkah isinya sama dengan yg baru saja ustadz sebutkan?

Ustadz Syiah: Sebentar.. oh iya sama.

Aisyah: Bukankah tadi saat kita membahas tentang keberadaan Aisyah di sorga, ustadz katakan hadits ini palsu?, tapi sekarang saat membahas tentang dalil kekhalifahan Ali dan Hasan malah ustadz berbalik mengatakan hadits ini shahih jiddan???

Ustadz Syiah pun diam seribu bahasa. Aisyah melihat raut ustadz berubah dari biasanya, mau senyum tapi tanggung, mau pulang tapi malu.

Aisyah: Ustadz, saya pernah dengar dari teman-teman saya bahwa Syiah itu suka bertaqiyah. Apakah ini bagian dari taqiyah itu?

Abang Aisyah: Hahahaha.. ustadz, akuilah bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha adalah penghuni surga, Abu bakar adalah khalifah pertama, Umar kedua, Utsman ketiga,dan Ali keempat,
kita semua mencintai ahlul bait ustadz, Ali juga setia kepada kepemimpinan Abu bakar, Umar dan Utsman. Dan Ali sangat mencintai ketiga sahabatnya, bahkan sampai-sampai nama anak-anak Ali dari istrinya yang lain (selain Fathimah) diberi nama Abu Bakar, Umar & Utsman ... Apakah ustadz mau menafikan itu semua?

Ustadz Syiah: Hmmmmm.. sebaiknya kami pulang saja.

Aisyah: Tunggu ustadz, ustadz belum menjawab pertanyaan kami.

Ustadz Syiah: Sepertinya kalian sudah tau semua.

Aisyah: Oh berarti ustadz mengakui kebenaran ini?

Ustadz Syiah: Allahu a'lam, saya permisi dulu.

Husna (sepupu Aisyah): Bagaimana dengan kalian(kedua wanita syiah)?

Salah satu dari wanita Syiah angkat bicara: "Saya akan kembali lagi besok kesini dan saya harap Husna mau menemani saya"

Ustadz Syiah: Baiklah kalau begitu kalian tinggal disini dan saya pamit.

Wassalamu 'alaikum..
Kami: Wa'alaikumussalam warahmatullah.

Selesai.

Sumber: Status FB Aisyah Salsabila

Semoga kisah ini membuka mata hati kita dan pengetahuan kita tentang ajaran yang menyimpang, khususnya Syiah di Indonesia. Share dan sebarkan kawan! JANGAN DIABAIKAN karena tentu kita berharap kepada Allah agar Indonesia tidak menjadi "sarang besar" penganut syiah yang sesat. Kita berharap kisah seperti ini mampu membendung laju mereka dan membuka wawasan kita semua agar sadar bahayanya paham syiah.

Semoga bermanfaat. Wassalam

Read »

Selasa, 10 November 2015

cerita santri

santri liberal....


Santri,,,,
sebuah istilah yang diidentikkan dengan seseorang yang mencari ilmu agama pada seorang ulama atau kiyai atau guru....
         awal kaki ini menginjak dikota pendidikan Yogyakarta, tepatnya hari jum'at 21 juni 2012 perasaan hati yang begitu bahagia tak terbendung, perasaan banggga sekaligus bahagia bercampur jadi satu. awal datang keYogyakarta disamut hangat ole sepupu, dan diajak tinggal disebuah masjid yang ketika itu adalah masjid Muhammadiyah, dan jelas beda dengan saya yang notabenenya dari keluarga NU, awalnya shi kaget dan heran kok bisa sepupu saya tinggal dimasjid yang jamaahnya mayoritas beda dengan dirinya, namuan lama-kelamaan saya terbiasa dan tidak canggung lagi untuk berinteraksi dengan masyarakat Muhammadiyah.
waktu brjalan begitu cepat 6 bulan diamsjid Muhammadiyah tak terasa terlewati, saya pun merasa tidak betah karena dilingkungan ini saya tidak mengalamia kemajuan dan bahkan malah mengalami kemunduran signifikan, dan karena ada maslah lain yang tak perlu saya ceritakan. dan saya utuskan untuk mencari tempat persinggahan lain yakni disebuah Pesantren pengkader Da'i.
        hari pertama datang disebuah pesantren dan masuk pesantren tanpa seleksi. dan menemukan dunia baru yang penuh dengan kompetisi keilmuan, dari situlah saya mulai termotivasi dan tersemangati oleh linkungan yang kompetitif.
dihari pertama mengikuti kajian dipesantren ini, betapa terkejutnya saya ketika melihat para santri yang ketika bertemu kiyai/ustadzya tidak menunduk, dan ketika bersalaman pun tidak mau mencium tangan kiyai/ustadznya. mereka bisa saya juluki "Sntri Liberal" ya karena mereka bersiakap ala orang-orang liberal yang tidak mengikuti kaidah santri sebagaimana umumnya.
anehnya para santri ini adalah para aktifis yang erap menyarakan "Anti Liberalisme"
aneh....!!!!


ini ceritaku .....

Read »

Selasa, 05 Mei 2015

Materi khutbah ku



Khutbah jum’at 1 Mei 2015 di Majid Firdaus Al-A’la
Oleh : Muslihuddin Atthoyibi

Cobaan dari Allah SWT. Dan Maksud Allah dibalik cobaan-Nya

Segala puji bagi Allah SWT. Tuhan sekalian alam yang sampai saat ini masih memberi kita ni’at yang berlipat lipat-lipat hingga kita tak sempat bahkan tidak akan kuat untuk menghitungya, yakni ni’mat iman islam dan ihsan serta masih memberi kita ni’mat yang menurut rosulullah SAW. Ni’mat ini sangat jarang disyukuri oleh manusia yakni ni’mat sehat dan ni’mat sempat.

Yang pertama ni’mat sehat Alhamdulillah pada hari yang mubarakah ini kita masih diberi kesehatan untuk mengikuti ibadah sholat Ju’ah sa’idul ayyam dengan sehat wal  afiat dan masih banyak saudara-saudara kita yaang pada hari ini masih belum diberi kesempatan oleh Allah karena kurang sehat. Kedua nikmat sempat kesempatan yang kita peroleh hari ini adalah kesempatan yang luar bisa karena kita bisa berjumpa dan beribadah secara berjama’ah, rasa syukur ini kita haturkan karena kita masih lebih beruntung dibandingakan saudara kita yang diluar sana yang masih sibuk mencari harta dunia hingga ia lupa dengan kewajibanya untuk beribadah pada yang maha Kuasa.

Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita sayyidina wa habbibina muhammad SAW. Yang kita nantikan syafaatnya. Disini khotib kembali mengingatkan kepada diri khotib pribadi khususnya dan kepada jama’ah sekalianuntuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kehadirai ilahi robby, dengan cara meninjalankan perintah nya dan menjauhi laranganya.
Ma’asyiral muslimin rohimakumullah

Melihat fenomena yang terjadi disekitar kita banyak sekali kebiasaan kebiasaan yang bahkan menjadi sebuah budaya yang terjadi dalam masyarakat dalam menyikapi setiap cobaan yang diberikan oleh Allah SWT. Ada diantara manusia-manusia yang bersabar denag kehadiran cobaan itu, ada yang mengeluh dengan nada pilu dan ada pula yang sangat buruk adalh menghujat dengan sengit atas apa yang dialaminya.

Keadan-keadan diatas mafhum / umum bahkan sering kia temui namun sebagi muslim dan sebagai orang yang beriman harus selalu saling mengungatkan antara mu’min satu dengan mu’mian yang lain karena kita semua adalah saudara.

Ma’asyiral muslimin rohimakumullah

Cobaan yang diberikan oleh Allah SWT. Menurut para ulama’ dibagi dua yakni cobaa’ berupa kesenangan dan cobaan berupa kesengsaraan

Pertama cobaan berupa kesenangan adlah cobaan yang  diberikan kepada seorang hamba yang berupa kesenangan lahiriah yang dalam perwujudan cobaan ini berupa pemberian kekayaan kemegahan hidup kelengkapan fasilitas hidupnya. Dan dalam cobaan inilah yang terkadang bisa sangat melalaikan bagi manusia, dan dalam menyikapi maslah ini para ulama memberi dua opsi ketia seseorang menerima cobaan ini yakni Syukur dan istighfar (memohon ampun), yang jadi pertanyaan kenapa harus dua perkara itu dikarena : Syukur, maksudnya Adalah ketika manusia mendapatkan sebuah ni’mat manusia harus senantiasa bersyukur “barang siapa yang bersyukur ku pasti akan aku tambah ni’mat sedangkan yang kufur maka sungguh adzabku sangatlah pedih” dari ayat ini sangat gamblang tentang kewajiban bersyukur. Kemudian istighfar (memohon ampun) maksudnya adalah ketika seseorang mendapatak sebuah ni’mat janag lupa adnya rasa khawatir bahwa harta yang diperoleh, keni’matan yang didapat bisa membuat kita dilalaikan oleh kecintaan pada dunai ini,

Kedua cobaan berupa kesaengsraan yakni cobaan yang ditimpakan kepada seseorang berupa kekurangan harta, makanan, pakaian, tempat tinggal dan lainya, yang mana dalam cobaan ini manusia meras terbatas dalam segala sendi kehidupan, gerknya pun dipengaruhi oleh keadaan, dalam menyikap cobaan seperti ini para uama’ paun menetapakn dua solusi yakni Iatighfar dan Syukur. kenapa para ulama memberikan dua opsi ini? Para ulama memberi alasan : yang dimaksud Istigfar disini adalah kesadaran pada diri manusia harus selalu di tingkatkan dan kembali lagi kewaspadaan diri pada setiap menyikapi cobaan bisa jadi denagan datangnya cobaan yang berupa kesengsaraan ini membuat manusia lupa dengan kenikmatan dibalik kesusahanya, waspada pada sekap menghujat datangnya kesengsaraan yang malah bisa memunculkan rasa kufur pada Allah. Lalu Syukur hal ini dijadikan solusi karena denag senantiasa bersyukur kita akan lebih bisa menata hati kita agar selalu behusuzhon pada Allah “Allah pada prasangka hamba-Nya” dan bisa jadi dengan keadana fakir ini manusia akan lebi bisa mengingat Allah SWT. Dan kalau diberi kenikmatan malah cenderuang luapa.
Ma’asyiral muslimin rohimakumullah

Maksud/ Makna dibalik cobaan Allah SWT.

Dari cobaan-cobaan yang diberiakan oleh Allah SWT. Entah itu berupa kesenangan atau kesengsaraan itu pastilah ada hikmah diadalamnya. Hal  yang tidak mungkin disetiap kejadin yang kita jalani hanya sesuatu hasil dari hal yang tidak direncanakan, semau kejadian yang terjadi adalah rencana Allah segala sesuati itu “be design ” bukan “be acciden” artinya sesuatu dari Allah itu hasil dari rencana-Nya bukan dari kecelakan atau kesalahan teknis, dan saya akan menjelaskan tiga maksud/makana dibalaik cobaan yang direncanakan Allah SWT. :
  • 1.       Mengangkat derajat manusia

Artinya adalah cobaan yang diberikan kepada manusia ini adalah untuk mengangat derajat manusia buakan hanya dihadapan manusia lain namun juga kepada seluruh makhluk dilangit dan dibumi, kita sering meliahat ada orang yang dzolim, jahat pelit dan sebagainya namun tetap kaya bahkan semakin kaya, dan mujur nasibya dan sebaliknya ada orang yang raji ‘ibadah, namun tetap miskin hidupnya susah bahkan seperti semakin susah dengan menderita penyakit yang sangat menjijikan hingga dia dijauhi oleh masyarakat sekitarnya. Dan atas kekuatan jiwanya menerima cobaan itual allah mengumumkan kepada seluruh penghunia langait “wahai seluruh penghuni langit lihatlah si fulan/fulanah adalah orang yang aku kasihi maka kasihilah ia” dan ketia seseorang dicintai oleh Allah dan seluruk penghuni langit hal yan pasti adalah ia kan dicintai seluruh makhluk didinia inai
  • 2.        Menghukum manusia atas dosa dosanya

Yaitu cobaan yang diberikan kepada manusia dengan tujuan hukuman atas dosa yang dilakukan hal ini ditujukan agar bisa menjadi penghapus dosa dan pemberin efek jera pada manusia agar tidak mengulangi dosa-dosa yang pernah dilakukanya.
  • 3.       Menjaga diri manusia agar tidak tejerumus kedalam kesalahan.

Cobaan yang diberikan oleh الله  kepada manusia yang berupa kesengsaraan secara lahiriah namun secara bathiniyah ini berupa control pada hati manusia agar lebih sabar dan lebih baik dalam menyikapi sebuah masalah. Contoh cobaan yang dialami oleh orang yang mengalami kebutaan, merka secara indrawi mungkin terbatas dan seperti kekurangan namun secara batini mereka merasa lebih terjaga, diri mereka yang tidak bias melihat gemerlapnya dunia mereka bias mejaga diri mereka dari kemaksiatan yang disebabkan oleh mata mereka, dan orang-rang yang memiliki keterbatasab dalam penglihatan matanya mereka mempunyai hati yang peka pada suatu masalah.
Dan orang-orang yang tuna netra akan mendapatkan pahala sorga jikalau dari mereka senantiasa bersyukur dan berdzikir kepada الله
Read »

Senin, 12 Januari 2015

Pengingatan

bagi ukhtana...... ingat masadepanmu... tutuplah auratmu..

Read »

Senin, 23 Juni 2014

Makna Islam

ISLAM
 Kata ini pastilah sudah sangat familiar ditelinga kita, namun sudahkah kita faham dengan hal itu.....
disini akan saya jelaskan secara singkat sesuai hadits yang saya fahami...

siapa tahu bisa bermanfaat...
islam mempunyai sebuah makna yang sangat luas dan begitu luasnya hingga saya hanya kan sekedar pengenalan awal saja....
 dlam hadits Arba'in annawai nomor 2... dijelaskan tenteng konsep ini
اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ(islam itu bersaksi tiada tuhan selain Allah Swt.) Nah, dalam bagian ini menjelaskan bahwa setip manusia harus bertauhid, yang dimaksud dengan tauhid disini ialah mengesakan Allah dan menegaskan dengan cara meyakini dengan sepenuh hati tanpa ada sedikitpun keraguan padanya.......

 lalu dalam fase selanjutnya tauhid/ pengEsaan Allah itu ada beberapa bentuk yakni Tuhid Ulluhiyah yaitu meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah Swt. Dia lah satu-satunya tuhan yang berhak disembah dipuja dan  diagungkan,.. yatu dengan cara ibadah kepadaNya.... seperti sholat, zkat,dan hal hal lain yang berkenaan dengan ibadah kepadanya........
tauhid rubbubuiyah yakni meyakini bahwa Allah Swt. adalah pecipta, pemelihara, penjaga, dan Dialah satu-satunya sanga pemberi rizki.

selanjutnay dibawah ini 


 وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ   وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً
Read »

Kamis, 12 Juni 2014

Niat










"NIAT"

Dalam menjalani hidup ini bukan semata kita hidup ya hidup aja.............

tetapi kta juga harus tau tujian idup kita.....

trus selain tujuan apakah ada hal yang lebih penting??????

pastinya ada dong......

yaitu NIAT.........

 

NIAT merupakan hal yang sangat penting maka dari itu kebanyakan ulama' menempatkan niat ini pada bab pertama dalam setiap fada'ilul 'amal...... sebenarnya alasannya sedrhan, yaitu seperti IMAM ANNAWAWI...... IMAM BUKHORI,,,.... IMAM MUSLIM.... dan masih banyak ulama' lain yang melakukan itu...........

hal itu dilatar belakangi dari sebuah alasan.... kalau berbuat sesuatu pasti ada keinginan untuk melakukan hal itu............ "mau" makan kata mau disini mempunyai arti ingin dan ingin ini mempunyai arti NIAT....... Nah. hal ini sesuai hadits dalam kitab ARBA'IN ANNAWAWIYAH  

إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه


إنما الأعمال بالنيات (Sesungguhya setiap mal itu tergantung pada niatnya)...... jelas bahwa setip amal itu seuai niatnya.....jadi apapun perbuatan yang kita lakukan asalkan bukan perbuatan jahat jika diniatkan ibadah maka akan bernilai ibadah........ hal ini sesuai dengan apa yang dismpaikan oleh Syaikh Azzarnuji dalam kitab ta'limul muta'alim...... suatu perkara dunia yang sepertinya sepele dan tidak berpahala.... tetapi jadi berpahala seperti amal akhirat sesuai niatnya....... apalagi kalau itu perbuatan baik pastilah akan sebakin banyak pahala kita..... 

lanjut.....


فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله (maka siapa saja yang hijrah yang diniatkan karena Allah dan Rosulnya maka ia kan sampai pada Allah dan Rossulnya).... kan!.... kalo kita niatnya aja udah lurus... trus perbuatanya lurus,,,,, yang pasti dapat pahala dong......

lanjut.....

sebaliknay kalau nianya kurang lurus....??

ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه (dan barang siapa yang hijrah karena dunia yang di cari atau seseorang wanita yang ingin dinikahi maka dia akn mendapat apa yang dia niatkan)..... hal ini juga sesui dengan lanjutan kata yang disampaikan syaikh Azzarnuji......."perkara yang dilakukan walaupun itu perkaraakhirat kalu niatnya keduniaan ya ia tak dapat pahala,, apalagi jika hanya untuk Riya' malah dapat dosa...


mari luruskan NIAT KITA............

Malu dong ama induk ayam.... nyari dunia hanya untu ibadah yaitu menghidupi anaknya.......

 

 



Read »

Copyright © motifasi islami

Designed by