Selasa, 05 Mei 2015

Materi khutbah ku

Posted By: Unknown - 17.35


Khutbah jum’at 1 Mei 2015 di Majid Firdaus Al-A’la
Oleh : Muslihuddin Atthoyibi

Cobaan dari Allah SWT. Dan Maksud Allah dibalik cobaan-Nya

Segala puji bagi Allah SWT. Tuhan sekalian alam yang sampai saat ini masih memberi kita ni’at yang berlipat lipat-lipat hingga kita tak sempat bahkan tidak akan kuat untuk menghitungya, yakni ni’mat iman islam dan ihsan serta masih memberi kita ni’mat yang menurut rosulullah SAW. Ni’mat ini sangat jarang disyukuri oleh manusia yakni ni’mat sehat dan ni’mat sempat.

Yang pertama ni’mat sehat Alhamdulillah pada hari yang mubarakah ini kita masih diberi kesehatan untuk mengikuti ibadah sholat Ju’ah sa’idul ayyam dengan sehat wal  afiat dan masih banyak saudara-saudara kita yaang pada hari ini masih belum diberi kesempatan oleh Allah karena kurang sehat. Kedua nikmat sempat kesempatan yang kita peroleh hari ini adalah kesempatan yang luar bisa karena kita bisa berjumpa dan beribadah secara berjama’ah, rasa syukur ini kita haturkan karena kita masih lebih beruntung dibandingakan saudara kita yang diluar sana yang masih sibuk mencari harta dunia hingga ia lupa dengan kewajibanya untuk beribadah pada yang maha Kuasa.

Sholawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita sayyidina wa habbibina muhammad SAW. Yang kita nantikan syafaatnya. Disini khotib kembali mengingatkan kepada diri khotib pribadi khususnya dan kepada jama’ah sekalianuntuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kehadirai ilahi robby, dengan cara meninjalankan perintah nya dan menjauhi laranganya.
Ma’asyiral muslimin rohimakumullah

Melihat fenomena yang terjadi disekitar kita banyak sekali kebiasaan kebiasaan yang bahkan menjadi sebuah budaya yang terjadi dalam masyarakat dalam menyikapi setiap cobaan yang diberikan oleh Allah SWT. Ada diantara manusia-manusia yang bersabar denag kehadiran cobaan itu, ada yang mengeluh dengan nada pilu dan ada pula yang sangat buruk adalh menghujat dengan sengit atas apa yang dialaminya.

Keadan-keadan diatas mafhum / umum bahkan sering kia temui namun sebagi muslim dan sebagai orang yang beriman harus selalu saling mengungatkan antara mu’min satu dengan mu’mian yang lain karena kita semua adalah saudara.

Ma’asyiral muslimin rohimakumullah

Cobaan yang diberikan oleh Allah SWT. Menurut para ulama’ dibagi dua yakni cobaa’ berupa kesenangan dan cobaan berupa kesengsaraan

Pertama cobaan berupa kesenangan adlah cobaan yang  diberikan kepada seorang hamba yang berupa kesenangan lahiriah yang dalam perwujudan cobaan ini berupa pemberian kekayaan kemegahan hidup kelengkapan fasilitas hidupnya. Dan dalam cobaan inilah yang terkadang bisa sangat melalaikan bagi manusia, dan dalam menyikapi maslah ini para ulama memberi dua opsi ketia seseorang menerima cobaan ini yakni Syukur dan istighfar (memohon ampun), yang jadi pertanyaan kenapa harus dua perkara itu dikarena : Syukur, maksudnya Adalah ketika manusia mendapatkan sebuah ni’mat manusia harus senantiasa bersyukur “barang siapa yang bersyukur ku pasti akan aku tambah ni’mat sedangkan yang kufur maka sungguh adzabku sangatlah pedih” dari ayat ini sangat gamblang tentang kewajiban bersyukur. Kemudian istighfar (memohon ampun) maksudnya adalah ketika seseorang mendapatak sebuah ni’mat janag lupa adnya rasa khawatir bahwa harta yang diperoleh, keni’matan yang didapat bisa membuat kita dilalaikan oleh kecintaan pada dunai ini,

Kedua cobaan berupa kesaengsraan yakni cobaan yang ditimpakan kepada seseorang berupa kekurangan harta, makanan, pakaian, tempat tinggal dan lainya, yang mana dalam cobaan ini manusia meras terbatas dalam segala sendi kehidupan, gerknya pun dipengaruhi oleh keadaan, dalam menyikap cobaan seperti ini para uama’ paun menetapakn dua solusi yakni Iatighfar dan Syukur. kenapa para ulama memberikan dua opsi ini? Para ulama memberi alasan : yang dimaksud Istigfar disini adalah kesadaran pada diri manusia harus selalu di tingkatkan dan kembali lagi kewaspadaan diri pada setiap menyikapi cobaan bisa jadi denagan datangnya cobaan yang berupa kesengsaraan ini membuat manusia lupa dengan kenikmatan dibalik kesusahanya, waspada pada sekap menghujat datangnya kesengsaraan yang malah bisa memunculkan rasa kufur pada Allah. Lalu Syukur hal ini dijadikan solusi karena denag senantiasa bersyukur kita akan lebih bisa menata hati kita agar selalu behusuzhon pada Allah “Allah pada prasangka hamba-Nya” dan bisa jadi dengan keadana fakir ini manusia akan lebi bisa mengingat Allah SWT. Dan kalau diberi kenikmatan malah cenderuang luapa.
Ma’asyiral muslimin rohimakumullah

Maksud/ Makna dibalik cobaan Allah SWT.

Dari cobaan-cobaan yang diberiakan oleh Allah SWT. Entah itu berupa kesenangan atau kesengsaraan itu pastilah ada hikmah diadalamnya. Hal  yang tidak mungkin disetiap kejadin yang kita jalani hanya sesuatu hasil dari hal yang tidak direncanakan, semau kejadian yang terjadi adalah rencana Allah segala sesuati itu “be design ” bukan “be acciden” artinya sesuatu dari Allah itu hasil dari rencana-Nya bukan dari kecelakan atau kesalahan teknis, dan saya akan menjelaskan tiga maksud/makana dibalaik cobaan yang direncanakan Allah SWT. :
  • 1.       Mengangkat derajat manusia

Artinya adalah cobaan yang diberikan kepada manusia ini adalah untuk mengangat derajat manusia buakan hanya dihadapan manusia lain namun juga kepada seluruh makhluk dilangit dan dibumi, kita sering meliahat ada orang yang dzolim, jahat pelit dan sebagainya namun tetap kaya bahkan semakin kaya, dan mujur nasibya dan sebaliknya ada orang yang raji ‘ibadah, namun tetap miskin hidupnya susah bahkan seperti semakin susah dengan menderita penyakit yang sangat menjijikan hingga dia dijauhi oleh masyarakat sekitarnya. Dan atas kekuatan jiwanya menerima cobaan itual allah mengumumkan kepada seluruh penghunia langait “wahai seluruh penghuni langit lihatlah si fulan/fulanah adalah orang yang aku kasihi maka kasihilah ia” dan ketia seseorang dicintai oleh Allah dan seluruk penghuni langit hal yan pasti adalah ia kan dicintai seluruh makhluk didinia inai
  • 2.        Menghukum manusia atas dosa dosanya

Yaitu cobaan yang diberikan kepada manusia dengan tujuan hukuman atas dosa yang dilakukan hal ini ditujukan agar bisa menjadi penghapus dosa dan pemberin efek jera pada manusia agar tidak mengulangi dosa-dosa yang pernah dilakukanya.
  • 3.       Menjaga diri manusia agar tidak tejerumus kedalam kesalahan.

Cobaan yang diberikan oleh الله  kepada manusia yang berupa kesengsaraan secara lahiriah namun secara bathiniyah ini berupa control pada hati manusia agar lebih sabar dan lebih baik dalam menyikapi sebuah masalah. Contoh cobaan yang dialami oleh orang yang mengalami kebutaan, merka secara indrawi mungkin terbatas dan seperti kekurangan namun secara batini mereka merasa lebih terjaga, diri mereka yang tidak bias melihat gemerlapnya dunia mereka bias mejaga diri mereka dari kemaksiatan yang disebabkan oleh mata mereka, dan orang-rang yang memiliki keterbatasab dalam penglihatan matanya mereka mempunyai hati yang peka pada suatu masalah.
Dan orang-orang yang tuna netra akan mendapatkan pahala sorga jikalau dari mereka senantiasa bersyukur dan berdzikir kepada الله

About Unknown

Organic Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © motifasi islami

Designed by